Buzzer  

Beda Buzzer dan Influencer yang Perlu Dipahami untuk Promosi Digital

Beda Buzzer dan Influencer

Keberadaan buzzer di Indonesia terkesan tertutup dan digunakan untuk kepentingan tertentu. Hal tersebut membuat stigma negatif terhadap pekerjaan buzzer di masyarakat semakin menguat. Pada kenyataannya, pekerjaan buzzer tidak selalu mengenai penyebaran isu-isu politik atau memecah belah masyarakat dengan pemberitaan bohong dan semacamnya.

Sebagai orang yang mudah terpapar informasi, kita tentu harus bisa berpikir secara adil. Bukan hanya karena sebagian buzzer yang kita temui melakukan hal yang salah, lalu melabeli semua pekerjaan buzzer tidak benar. Begitu juga dengan pekerjaan influencer yang disebut mirip dengan cara kerja buzzer. Hanya karena ada postingan mereka yang dibayar, lalu kita mengatakan mereka bohong.

Pemahaman seperti itu tentunya harus kita luruskan. Walau bagaimanapun, buzzer dan influencer adalah sebuah pekerjaan yang memiliki peluang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Meski tidak dipungkiri ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkannya untuk tujuan tertentu yang berpotensi merugikan banyak pihak.

Pengertian Buzzer dan Influencer

Membahas soal beda buzzer dan influencer, pernahkah Anda penasaran mengenai beda buzzer dan influencer? Namun sebelum membahas mengenai hal tersebut, sebaiknya kita samakan dulu pemahaman kita tentang pengertian buzzer dan influecer.

Buzzer adalah orang atau individu yang memiliki akun media sosial dan memiliki keahlian melakukan amplifikasi pesan dengan cara menarik perhatian banyak orang. Mereka akan membuat percakapan serta bergerak berdasarkan motif atau tujuan tertentu.

Sementara influencer adalah orang yang memiliki kemampuan dalam mempengaruhi orang lain sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Bentuknya pun bisa bermacam-macam, bisa berupa pengetahuan, posisi, otoritas, atau berhubungan langsung dengan audience di media sosial.

Beda buzzer dan influencer adalah influencer memiliki identitas yang jelas, sedangkan buzzer cenderung merahasiakan identitas mereka.

Jenis-jenis Buzzer

Agar semakin mengerti tentang pekerjaan seorang buzzer, mari kita pahami terlebih dahulu jenis-jenis buzzer, terutama yang ada di Indonesia, yaitu:

Buzzer Sukarela

Buzzer sukarela adalah individu atau sekelompok orang yang terbentuk secara natural. Mereka bergerak menggaungkan sebuah isu atau topik berdasarkan kemauan, pengalaman, kesukaan dan ketertarikan mereka terhadap hal tersebut. Mereka tidak dibayar dan tidak meminta bayaran untuk hal yang mereka lakukan.

Baca juga ulasan kami tentang Jasa Buzzer : Pengertian dan Apa Saja Layanannya?

Bagi mereka, kepuasan sudah cukup sebagai ganti dari apa yang telah dilakukan. Karena pada dasarnya mereka suka melakukan hal tersebut dan akan semakin senang bisa bisa bermanfaat bagi orang lain.

Buzzer Komersil

Buzzer komersil adalah seseorang atau kelompok yang dibayar untuk tujuan tertentu. Meski begitu, mereka bergerak dengan banyak tujuan, tergantung permintaan klien. Tidak selalu berfokus pada isu politik, agama atau penyebaran hoaks yang sering ditujukan pada profesi buzzer.

Jenis-jenis Influencer

Influencer memiliki jenis yang cukup banyak, beberapa bahkan sudah ada sejak lama bahkan sebelum istilah influencer booming dan digunakan untuk keperluan bisnis. Jenis-jenis influencer yang umum dikenal di Indonesia, yaitu:

Micro Influencer

Influencer micro adalah orang atau pemilik akun di media sosial dengan rentang pengikut 10.000-100.000 orang. Pengikut akun micro influencer cenderung orang-orang yang lebih spesifik dan memiliki kesukaan yang sama terhadap sesuatu. Disebut sebagai pilihan terbaik jika Anda sebagai pemilik bisnis ingin menyasar tipe audiens tertentu.

Macro Influencer

Sementara macro influencer adalah orang atau akun di media sosial yang memiliki pengikut sntara 100.000-1 juta orang. Influencer yang masuk dalam kategori ini juga sering disebut sebagai selebgram (selebriti Instagram).

Mega influencer

Mega influencer adalah orang atau akun dengan pengikut lebih dari 1 juta followers di media sosial. Influencer yang berada dalam kategori ini didominasi oleh artis, content creator atau selebgram.

Selebgram

Selebgram adalah seseorang yang memiliki banyak pengikut di media sosial, kisarannya 100.000-1 juta orang. Utamanya di Instagram. Namun istilah ini sudah semakin meluas dan digunakan juga pada semua orang yang memiliki banyak pengikut di berbagai media sosial.

Kami juga mengulas tentang 3 Jenis Bisnis yang Cocok Menggunakan Influencer Untuk Keuntungan

Youtuber

Youtuber adalah orang yang memiliki akun dan aktif membuat konten video di YouTube. Akan tetapi saat ini istilah Youtuber mulai digantikan dengan sebutan conten creator atau digital creator yang sebenarnya lebih merujuk pada pembuat konten di media sosial.

Blogger

Blogger adalah orang yang menulis topik tertentu di internet melalui berbagai macam platform blogging, seperti WordPress dan Blogspot. Banyak juga yang menulis untuk layanan UGC (User Generated Content) seperti Kumparan, Kompasiana, IDN Times, dll.

Perbedaan Buzzer dan Influencer

Setelah mengenal berbagai jenis buzzer dan influencer, kini saatnya kita melihat perbedaan antara buzzer dan influencer, berikut beberapa perbedaan keduanya.

  1. Jumlah Followers

Apabila dilihat dari jumlah followers, seorang buzzer tidak perlu memiliki pengikut yang banyak di media sosial. Berbeda dengan influencer yang harus memiliki jumlah pengikut tertentu untuk bisa mendapat julukan tersebut.

Buzzer juga tidak harus dikenal dan memang bukan dari kalangan orang terkenal dan memiliki pengaruh. Sedangkan influencer harus memiliki kedua hal tersebut.

  1. Cara Kerja

Dilihat dari cara kerjanya, buzzer bekerja untuk mendengungkan satu informasi secara berulang dengan tujuan informasi tersebut viral atau menjadi trending sehingga ramai diperbincangkan oleh orang-orang. Sementara influencer membagikan konten yang sesuai dengan kriteria atau persona pengikutnya. Sesekali mereka akan membagikan postingan berbayar namun dibuat dengan senatural mungkin.

  1. Engagement Rate

Tingkat interaksi antara buzzer dan influencer pun berbeda. Biasanya buzzer memiliki engagement rate yang cenderung lebih rendah. Itu disebabkan pola penyebaran informasi yang berulang, sehingga orang lain tidak tertarik untuk menanggapi dan memilih untuk mengabaikannya.

Sedangkan influencer bisa mendapatkan hasil yang tinggi karena interaksi yang dilakukan terbilang natural. Sebab pola komunikasi yang dibangun adalah interaksi secara personal. Ditambah dengan adanya interaksi langsung seperti berbalas komentar atau pesan di media sosial.

  1. Indikator Keberhasilan

Dilihat dari hasil akhir atau indikator keberhasilan, seorang buzzer akan dianggapa berhasil ketika sebuah topik yang diberikan berhasil menjadi trending topik.

Sementara influencer baru akan dikatakan berhasil ketika apa yang mereka promosikan berhasil dikonversi menjadi sebuah penjualan. Semakin banyak penjualan yang dihasilkan, semakin besar tingkat keberhasilannya.

Kami juga Mengulas Trending Topic Di Twitter untuk meningkatkan Brand Visibility

Jasa Buzzer Terpercaya

Setelah membaca penjelasan beda buzzer dan influencer di atas dengan baik, mungkin muncul keinginan Anda untuk mencari buzzer atau infleuncer untuk keperluan promosi usaha Anda. Tidak perlu pusing untuk mencari pilihan yang tepat, karena Anda bisa menggunakan jasa buzzer yang disediakan oleh Casa Kreatif.

Casa Kreatif adalah sebuah digital agency yang berpengalaman dalam urusan public relation. Ada banyak jasa yang bisa Anda pilih. Selain jasa buzzer, Anda juga bisa menggunakan jasa influencer marketing, jasa centang biru Instagram, jasa press release dan masih banyak lagi yang lainnya. selain itu Anda juga bisa melakukan konsultasi untuk menemukan strategi yang tepat untuk promosi digital yang akan dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *