Masalahnya bukan di keberuntungan. Biasanya, masalahnya ada di keputusan strategis sejak awal: apakah acara ini memang layak menjadi press conference?
Karena jujur saja: tidak semua berita pantas jadi presscon. Mengundang media tanpa nilai berita yang jelas sama saja membakar uang untuk venue, konsumsi, dan dokumentasi.
Kapan Anda Perlu Press Conference?
Gunakan prinsip sederhana ini: hanya adakan presscon jika ada sesuatu yang benar-benar bernilai publik.
Cek 3 indikator berikut: jika salah satu terpenuhi, acara Anda berpotensi layak:
- Data berdampak nasional — regulasi baru, kebijakan publik, hasil survei berdampak luas
- Tokoh kelas A — pejabat publik/figur berpengaruh hadir sebagai narasumber
- Riset atau survei yang bisa menjadi headline, bukan sekadar opini internal
Jika tidak ada satu pun poin di atas yang terpenuhi → pertimbangkan untuk tidak mengadakan presscon. Gunakan opsi lain seperti press release atau media interview.
Pelajari nilai berita terlebih dahulu sebelum memutuskan →
Press Release vs Press Conference
Press release itu mengirim berita ke media.
Press conference itu membawa media ke Anda.
| Press Release | Press Conference |
|---|---|
| Biaya relatif rendah | Biaya tinggi & kompleks |
| Distribusi cepat | Wajib persiapan teknis & manajemen tamu |
| Tidak selalu ada wartawan hadir langsung | Interaksi langsung dengan media (tanya jawab) |
| Untuk informasi umum | Untuk berita besar/urgensi tinggi |
Rule of thumb: Jika biaya potensialnya membuat Anda ragu, besar kemungkinan itu belum waktunya Anda mengadakan presscon.
Pelajari alokasi budget PR yang masuk akal →
Press Conference Readiness Score (0–10)
Jawab dengan skor 0–2 per poin:
- □ Ada data berdampak nasional? (0–2)
- □ Ada tokoh/figur A? (0–2)
- □ Berita berdampak publik (penyebab/akibat)? (0–2)
- □ Ada rencana tanya jawab strategis? (0–2)
- □ Sudah siap press kit lengkap? (0–2)
Hasil:
- 8–10 → LAYAK Press Conference
- 4–7 → Pertimbangkan Press Release + Media Interview
- 0–3 → Fokus konten internal dulu (sosial/owned media)
Kenapa berita Anda mungkin belum cukup kuat? →
Checklist Persiapan Press Conference (Wajib)
Ini bagian teknis, tapi krusial. Lewat satu, efeknya berantai.
Materi & Narasi
- Press release (versi cetak & softcopy)
- Fact sheet (data pendukung, 1 halaman)
- Backgrounder (konteks perusahaan)
- Q&A Sheet (antisipasi pertanyaan sulit)
Narasumber
- Minimal 1 orang yang berwenang
- Bukan hanya “yang paling cerewet”, tapi yang bisa mengamankan narasi
Timeline Undangan Media
- H-7: Kirim undangan resmi + press kit*
- H-3: Reminder + konfirmasi narasumber
- H-1: Blast personal: WhatsApp + Email untuk editor yang relevan
*Jika materi masih mentah, kirim angle + keyword headline.
Standar Kehadiran Media
Target minimal: 7 media hadir (mix bisnis + lokal prioritas).
Tidak ada jaminan angka; ini realita lapangan. Janji angka adalah red flag.
Kesalahan Umum (dan Cara Menghindarinya)
1. Topiknya tidak punya nilai berita
Solusi: uji nilai berita sebelum undang media.
2. Undangan terlalu mendadak
Solusi: minimal H-7; pastikan follow-up H-3 & H-1.
3. Tidak siap untuk pertanyaan sulit
Solusi: rancang Q&A Sheet & tentukan kata kunci jawaban.
Kapan Anda Tidak Perlu Press Conference?
Kami jarang menyarankan presscon jika:
- Tujuannya hanya “biar ramai” tanpa data kuat
- Materinya hanya promo produk baru tanpa dampak publik
- Budget-nya membuat Anda cemas sepanjang acara
Di kondisi seperti ini, kami sarankan press release saja + media interview selektif. Hemat waktu, hemat biaya, hasil lebih terkontrol.
Penutup: Solusi dari Casa Kreatif
Kalau Anda sudah yakin ingin mengadakan press conference, atau masih ragu dan ingin mengecek kelayakannya, Anda bisa mulai dari konsultasi ringan.
Kami membantu:
- Review agenda & angle berita
- Media invitation & mobilization
- Press kit production
- MC / moderator & dokumentasi
→ Ajukan Agenda Press Conference Anda
Tim kami akan cek kelayakan & rekomendasi opsi terbaik (tanpa paksaan).
