Banyak brand lokal mengira PR hanya berguna jika viral.
Padahal, untuk bisnis dengan harga produk atau jasa di atas rata-rata pasar—seperti
klinik kecantikan dan hotel/akomodasi—yang dibutuhkan bukan viralitas,
melainkan kepercayaan yang bisa diverifikasi.
Salah satu cara paling efektif untuk membangun kepercayaan itu adalah
press release yang direncanakan dengan benar.
Kondisi Awal: Produk Berkualitas, Tapi Tidak Dipercaya
Dua brand yang kami dampingi menghadapi pola masalah yang sama:
1. Klinik dermatologi di Malang
Teknologi laser medis, dokter berlisensi, standar tindakan jelas.
Masalah: calon pasien ragu untuk datang karena muncul pertanyaan,
“Benar-benar klinik resmi? Ada bukti di media?”
2. Boutique hotel di Batu
Konsep heritage, fokus wisata remote working dan perayaan privat.
Masalah: kompetitor sudah muncul di berbagai listing dan portal,
sementara mereka hanya mengandalkan media sosial.
Dalam dua kasus ini, masalah utama bukan awareness.
Masalahnya adalah trust barrier:
calon customer sudah melihat konten mereka, tetapi belum berani melakukan transaksi.
Instrumen marketing seperti sosial media dan iklan sudah berjalan,
namun belum menutup celah trust ketika calon customer
mengecek nama brand di Google.
Intervensi Casa Kreatif
Kami tidak menjanjikan viral.
Yang kami lakukan adalah membantu brand menunjukkan kredibilitasnya
di tempat yang benar-benar dicari customer: Google.
1. Audit & Reframe Angle
- Klinik: fokus pada program dermatologi berbasis data dan
kolaborasi dengan dua rumah sakit rujukan regional. - Hotel: fokus pada kontribusi terhadap wisata lokal melalui
paket remote working dan dukungan terhadap UMKM sekitar.
Sudut pandang yang dipilih bukan sekadar “kami punya promo baru”,
melainkan dampak dan relevansi bagi publik.
Untuk memahami kenapa rilis sering diabaikan redaksi, Anda bisa membaca artikel
Kenapa Press Release Anda Tidak Dibaca Wartawan? Kemungkinan Ini Masalahnya
.
2. Penulisan dengan Standar Newsroom
Tahap berikutnya adalah menulis ulang press release dengan standar ruang redaksi:
- Headline kontekstual, tidak promosi berlebihan.
- Lead menjawab apa–kenapa–sekarang.
- Kutipan berisi insight, bukan sekadar harapan.
- Struktur mengikuti prinsip piramida terbalik.
Pendekatan teknis ini kami jelaskan lebih detail di artikel
Cara Menulis Press Release Agar Tidak Ditolak Redaksi
.
3. Distribusi Relevan, Bukan Massal
Alih-alih “blast” ke semua media, kami melakukan desk mapping dan
memilih media yang relevan:
- Desk kesehatan dan lifestyle untuk kasus klinik.
- Desk wisata, ekonomi lokal, dan feature human interest untuk hotel.
- Target utama: Kompas.com sebagai rujukan kredibel nasional, didukung media regional yang relevan.
Apa yang Terjadi Setelah Berita Tayang?
Tidak ada ledakan viral.
Tidak ada ratusan ribu views dalam semalam.
Tidak ada lonjakan followers yang dramatis.
Namun muncul pola baru dalam percakapan dengan calon customer:
“Dok, saya lihat klinik ini dulu di Kompas.com.”
“Saya cek dulu nama hotel-nya di Google, ternyata ada beritanya.”
Dengan kata lain, berita di media nasional menjadi
pembuka percakapan, bukan satu-satunya alasan orang membeli.
Dalam kedua kasus tersebut, terdapat indikasi
peningkatan efisiensi closing sekitar 10–20%:
- Leads yang masuk lebih siap percaya.
- Tim penjualan tidak perlu menghabiskan waktu panjang untuk meyakinkan.
- Lebih sedikit calon customer yang mundur di tengah proses.
Press release-nya tidak viral, tetapi bekerja sebagai penguat keputusan pembelian.
Bukan Viral Berarti Gagal: PR Punya Fungsi Berbeda
Untuk sektor dengan harga tinggi, layanan sensitif, atau keputusan yang butuh keyakinan,
PR mengisi ruang yang tidak bisa ditutup oleh konten promosi harian.
| Media Sosial | Press Release |
|---|---|
| Fokus pada hiburan & engagement | Fokus pada kredibilitas & legitimasi |
| Menghasilkan FOMO & awareness cepat | Menciptakan searchable trust di Google |
| Baik untuk menarik trafik | Baik untuk menutup celah keraguan sebelum transaksi |
Keduanya penting, namun peran dan KPI-nya berbeda.
Pendalaman soal ini bisa Anda baca di:
Press Release vs Interaktif Sosmed: Mana Lebih Menghasilkan Trust?
Kenapa Strategi Ini Cocok untuk Brand Lokal?
Perilaku umum calon customer di Indonesia ketika ingin membeli sesuatu yang nilainya besar adalah:
“Cek dulu di Google.”
“Cari ulasan, cari berita, cari bukti resmi.”
Jika yang muncul hanya akun Instagram dan marketplace,
trust sering kali berhenti di level rasa penasaran.
Namun ketika muncul berita di media kredibel, trust naik satu tingkat.
Press release tidak menggantikan kanal lain,
tetapi menjadi lapisan validasi yang memudahkan semua upaya marketing bekerja lebih efektif.
Soal alokasi biaya, kami pernah membahas perspektifnya dalam artikel
Budget Press Release: Bagaimana Mengalokasikan dengan Cerdas?
Kesimpulan: PR Adalah Investasi Trust, Bukan Sekadar Eksposur
Studi kasus klinik dan hotel ini menunjukkan bahwa:
- Press release yang direncanakan dengan baik dapat membantu menembus trust barrier.
- Publikasi di media kredibel seperti Kompas.com menjadi bukti yang mudah diverifikasi calon customer.
- Peningkatan efisiensi closing 10–20% sudah berdampak besar untuk bisnis bernilai tinggi.
PR bukan sulap dan tidak menjamin semua masalah selesai.
Namun untuk brand yang jualan trust, press release yang tepat bisa menjadi pembeda yang signifikan.
Ingin Brand Anda Mengalami Lompatan Trust yang Sama?
Jika Anda merasa produk dan layanan sudah kuat, tetapi calon customer masih ragu karena kurang bukti kredibilitas, mungkin ini saatnya mempertimbangkan strategi PR yang lebih terencana.
Langkah pertama yang kami sarankan:
Kirimkan profil singkat brand Anda dan kebutuhan komunikasi saat ini.
Tim kami bisa membantu melakukan cek kelayakan media dan memberi rekomendasi awal.
Ragu apakah brand Anda cocok untuk strategi seperti ini?
Diskusikan dulu kebutuhan media Anda dengan tim Casa Kreatif— tanpa komitmen apapun di awal.
Siap menyiapkan press release dan publikasi di media nasional dengan pendekatan yang lebih strategis?
Lihat Paket Press Release Media Nasional + Optimasi SEO dari Casa Kreatif
Casa Kreatif tidak menjual janji viral, tetapi membantu brand Anda membangun otoritas dan trust yang bisa ditemukan kapan saja di Google.

