Media Relations Bukan Sekadar Titip Rilis
Media relations adalah proses membangun hubungan dua arah antara brand dan media, bukan sekadar mengirim rilis lalu berharap tayang. Jurnalis bekerja dengan standar editorial, agenda pemberitaan, dan ritme produksi yang ketat.
Mereka memilih topik berdasarkan nilai berita (news value), bukan urutan email yang masuk.
Pendekatan yang sehat berangkat dari:
- memahami desk dan minat redaksi,
- mengusulkan angle, bukan sekadar promosi,
- menjadikan brand sebagai sumber yang kredibel, bukan “pemasang titipan”.
Baca juga:kesalahan fatal saat menghubungi wartawan untuk pertama kali
Jebakan KPI “Jumlah Berita Tayang”
Pada laporan bulanan, pencapaian PR bisa terlihat mengesankan: puluhan berita tayang di berbagai portal.
Namun ketika ditanya:
- “Berita mana yang dibaca target market kita?”
- “Seberapa besar kontribusi liputan ini terhadap trust?”
- “Apakah liputan ini menguatkan positioning brand?”
…jawabannya sering tidak jelas.
Risiko untuk Marketing Manager
- Strategi tampak sibuk, tetapi tidak fokus. Tim PR dan marketing menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas yang sulit diukur dampaknya.
- Brand terlihat aktif, tetapi tidak diingat. Berita muncul di banyak kanal, namun pesan tidak menempel di benak audiens.
- Redaksi bisa merasa lelah. Kiriman rilis massal tanpa relevansi berisiko membuat email Anda diabaikan bahkan sebelum dibaca.
- Budget habis untuk distribusi yang tidak jelas ROI-nya. Angka tayang naik, tetapi tidak ada indikator yang menghubungkannya dengan tujuan bisnis.
Ini bukan semata kesalahan Anda—pola ini umum terjadi ketika PR dikelola sebagai aktivitas rutin, bukan investasi reputasi.
Keuntungan Hubungan Media yang Sehat
Kredibilitas Publikasi Meningkat
Liputan yang lahir dari hubungan baik biasanya tidak berhenti pada “copy–paste press release”.
Jurnalis cenderung melakukan wawancara tambahan, meminta data, dan memilih angle yang lebih
relevan bagi pembaca. Di mata publik, brand tampil sebagai narasumber yang kredibel.
Manajemen Krisis Lebih Aman
Saat ada isu, jurnalis yang mengenal Anda cenderung:
- memberi ruang klarifikasi,
- menghubungi untuk verifikasi sebelum berita naik,
- lebih berhati-hati memilih judul dan angle pemberitaan.
Ini tidak menjamin liputan positif—namun memberi kesempatan untuk didengar, yang sangat penting ketika reputasi brand sedang diuji.
Pitching Advantage
Saat kapasitas Anda sebagai narasumber sudah dikenali, pitching tidak lagi dimulai dari nol. Jurnalis tahu siapa yang bisa dihubungi ketika mereka butuh insight, data, atau studi kasus
terkait topik tertentu.
Dalam jangka panjang, brand bisa menjadi rujukan di kategori tertentu. Setiap liputan bukan hanya menambah eksposur, tetapi juga memperkuat posisi brand di benak
audiens dan stakeholder.
Cara Mengukur Efektivitas Media Relations (Selain Hitung Clipping)
Untuk mengevaluasi kualitas media relations, gunakan indikator berikut, bukan hanya jumlah berita tayang:
- Kesesuaian media dengan target audiens.
Apakah profil pembaca media selaras dengan buyer persona brand Anda? - Kedalaman pemberitaan.
Apakah jurnalis melakukan wawancara tambahan, meminta data, atau mengutip spokesperson brand? - Relevansi angle.
Apakah sudut pandang berita mendukung positioning dan pesan utama brand? - Respons redaksi terhadap pitching.
Semakin sehat hubungan, semakin jelas dan cepat respons yang Anda terima terhadap ide cerita. - Konsistensi eksposur.
Berita muncul secara berkala dengan kualitas yang stabil, bukan hanya sekali viral lalu hilang.
Jika indikator di atas belum terlihat, fokus menambah jumlah berita justru bisa menciptakan ilusi progres. PR terlihat sibuk, tetapi reputasi dan trust belum benar-benar bergerak.
Untuk panduan lebih lengkap tentang cara menilai kinerja PR, Anda dapat membaca:
cara mengukur dampak PR bagi brand yang baru mulai
Tidak Harus Langsung Retainer: Mulai dari Press Release yang Terarah
Bagi banyak Marketing Manager, langkah paling aman adalah memulai dari satu press release yang terarah, bukan langsung lompat ke skema retainer jangka panjang.
Press release yang disiapkan dengan pendekatan editorial membantu Anda:
- mengetes apakah angle yang diangkat menarik di mata redaksi,
- melihat respons media terhadap topik dan spokesperson brand,
- memeriksa apakah pesan utama mudah dipahami audiens,
- membangun fondasi hubungan media tanpa komitmen berlebihan di awal.
Sebelum eksekusi, Anda bisa mempelajari pendekatan yang lebih strategis di halaman:
press release adalah metode pendekatan produk terbaik
Kapan Saatnya Mengambil Layanan Press Release?
Pertimbangkan layanan press release jika:
- Brand memiliki berita yang layak tayang – misalnya peluncuran produk, ekspansi,
kerja sama strategis, pendanaan, atau milestone penting lainnya. - Tim internal mulai kewalahan menangani penulisan rilis, pitching, dan follow-up
ke banyak media sekaligus. - Anda membutuhkan bukti sosial (social proof) yang kredibel
sebelum meluncurkan kampanye pemasaran yang lebih besar. - Hubungan dengan media belum terbentuk kuat, sementara momentum komunikasi
tidak bisa ditunda.
Dalam kondisi seperti ini, memulai dari satu press release yang terarah membantu Anda bergerak tanpa harus menyiapkan tim PR baru atau mengubah struktur organisasi.
Pilihan Jalur Sesuai Kebutuhan Brand
Setiap brand berada di tahap yang berbeda. Tidak semua harus langsung menggunakan retainer, dan tidak semua cukup dengan satu rilis saja. Secara garis besar, pilihannya bisa dibagi menjadi:
- Press release tunggal –
cocok untuk mengetes pasar, mengawal satu momentum spesifik, atau kebutuhan eksposur yang jelas. - Konsultasi media relations –
relevan untuk Marketing Manager yang ingin menilai ulang arah PR, kualitas materi,
dan cara pitching sebelum meningkatkan skala aktivitas. - PR retainer –
tepat untuk brand dengan banyak aktivitas komunikasi dan kebutuhan hubungan media yang
konsisten sepanjang tahun.
Tidak ada satu jawaban yang paling benar. Yang terpenting adalah memilih bentuk dukungan yang selaras dengan tahap pertumbuhan brand dan kapasitas tim Anda saat ini.
Kesimpulan: Ubah Cara Anda Mengukur Media Relations
Media relations yang efektif tidak diukur dari seberapa banyak nama brand muncul di berita, tetapi dari seberapa relevan, dipercaya, dan mendukung tujuan bisnis pemberitaan tersebut.
Press release bukan solusi instan, melainkan langkah awal yang aman untuk:
- memvalidasi angle dan pesan utama brand,
- membangun relasi dengan media secara bertahap,
- menyiapkan fondasi reputasi jangka panjang.
Jika selama ini strategi PR terasa berhenti di angka clipping, mungkin ini saatnya mengubah pendekatan menjadi investasi reputasi.
Anda tidak perlu langsung melompat ke banyak paket: cukup mulai dari satu langkah yang realistis dan terukur.
Siap memulai dari langkah yang paling aman?
Kenali pendekatan press release yang tidak sekadar mengejar tayang, tetapi dirancang untuk bekerja bagi reputasi brand Anda: Layanan Press Release Casa Kreatif
.
